Mami melakukan kegiatan rutin tahunan berupa Temu Mami Nasional (Teman).  Acara Teman meliputi kegiatan:

  • Doa mami
  • Curhat mami
  • Latihan mami
  • Tamu mami
  • Masakan mami
  • Nasehat mami

Karakter utama acara Teman adalah melakukan aktivitas konstruksi akuntansi berbasis budaya lokal. Misalnya, ketika Teman I dilakukan di Malang, maka di acara tersebut para peserta berdiskusi dan berlatih untuk membangun akuntansi berdasarkan budaya Malang (atau budaya Jawa Timur).  Ketika Teman II dilakukan lakukan di tempat lain, maka budaya di tempat tersebut yang akan diangkat sebagai bahan baku untuk konstruksi akuntansi.  Demikian seterusnya, acara Teman ini setiap tahun berkeliling Indonesia dengan budaya yang sangat beragam.  Dengan cara ini ragam akuntansi model Indonesia akan tumbuh pesat tanpa mengabaikan akuntansi global.

Acara Teman secara umum dimulai dengan berdoa (doa mami) sebagai upaya untuk meningkatkan kualitas spiritual peserta.  Setelah berdoa, para peserta dapat berbagi pengalaman, yaitu pengalaman dalam melakukan penelitian (curhat mami) dengan pendekatan penelitian yang beragam.  Berdasarkan pengalaman-pengalaman tersebut, mami dapat melakukan latihan-latihan metode penelitian (latihan mami) sesuai yang dibutuhkan peserta pada saat itu.  Latihan tersebut dapat diperkaya dengan mendatangkan narasumber (tamu mami) khususnya budayawan.  Tamu mami sangat penting untuk diundang, karena dalam pertemuan Teman tersebut yang akan dihasilkan adalah konsep akuntansi lokal dan kombinasinya dengan akuntansi global (masakan mami). Tamu mami, yang budayawan, dibutuhkan untuk memberikan informasi budaya yang akan menjadi bahan baku untuk konstruksi akuntansi lokal.  Setelah konstruksi akuntansi  lokal diselesaikan, berikutnya mami dapat menyampaikan nasehat (nasehat mami).  Nasehat mami pada dasarnya menyampaikan pelajaran-pelajaran penting (lessons learned) dari Teman yang dapat dipelajari untuk perbaikan pada masa yang akan datang.