Paradigma Kritis bertujuan untuk membebaskan/mengemansipasi dan merubah.  Paradigma ini bertumpu pada cara pandang bahwa masyarakat sedang dalam kondisi teralienasi.  Mereka hidup dalam suatu opresi ideologi yang dalam rangka pembebasannya diperlukan suatu pergerakan kesadaran.  Burrell dan Morgan (1979) membagi paradigma ini dalam Radikal Humanis dan Radikal Strukturalis.

Riset Akuntansi Kritis menggunakan teori kritis untuk menurunkan metode riset.  Teori Kritis Barat yang dijadikan acuan umumnya berasal dari Frankfurt School: Horkheimer, Habermas, Althusser dll.  Teori Kritis Indonesia juga dapat digunakan, seperti: Marhaenisme, 4 pilar Tjokroaminoto, dll.