Paradigma Interpretivisme adalah cara pandang yang bertumpu pada tujuan untuk memahami dan menjelaskan dunia sosial dari kacamata aktor yang terlibat di dalamnya.  Oleh karena itu keilmiahannya, sebagaimana yang dijelakan oleh Burrell dan Morgan (1979), terletak pada ontologi sifat manusia yang voluntaristik.  Subyektivitas justru memainkan peranan penting dibandingkan obyektivitas (sebagaimana yang ditemui pada paradigma fungsionalis/positivistik).

Riset akuntansi dengan menggunakan paradigma ini bertujuan memahami fenomena akuntansi/ praktik akuntansi dari sudut pandang pelaku (akuntan/auditor, dll).  Metode yang dipayungi paradigma ini cukup beragam: mulai dari fenomenologi, etnometodologi, etnografi,dan  hermeneutika.