Paradigma Postmodernis bertujuan melakukan dekonstruksi yaitu memasukkan pemikiran/ide/konsep yang biasaya terpinggirkan ke dalam diskursus utama (logosentris) untuk menafikkan kebenaran tunggal.  Terdapat dua aliran postmodernisme yaitu aliran skeptis dan aliran afirmatif.  Aliran skeptis biasanya menolak semua kebenaran karena kebenaran “dibentuk” dan secara mudah dapat digagalkan keabsahannya.  Sedangkan aliran afirmatif masih memiliki pandangan yang lebih konstruktif.  Kajian akademis biasanya masuk aliran postmodernisme afirmatif.

Riset akuntansi postmodernis bisa berkutat pada pencitraan  akuntansi, misalnya pencitraan atas laba, dll.  Metode yang digunakan juga bervariasi yang mana hal ini sebetulnya tidak sepenuhnya membenarkan anything goes- yang tanpa batas.  Penggunaan teori dari Derrida (walau sebenarnya masuk pada ranah poststrukturalis), Foucault, Lyotard merupakan teori yang dalam riset akuntansi diturunkan menjadi metode penelitian.